Selamat datang di desaindarihati.com, blog ini membahas topik seputar dunia arsitektur dan desain interior modern dan kontemporer.

Anda tertarik menyumbang tulisan? klik disini

About Me

Nama saya Achmad Fachrie Bakrie, tapi saya dipanggil oleh keluarga dan teman dengan panggilan ARIE. Saya dilahirkan dari bapak yang berasal dari Sumatera Barat dan ibu dari Jawa Barat.. jadilah saya orang “barat”/westerner. Saya anak ke 2 dari 3 bersaudara. Dari kecil, saya yang lahir dan besar di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bakat seni saya memang sudah terlihat dengan selalu menjuarai perlombaan gambar di sekolah dan mulai bereksperimen dengan fotografi. Dari sanalah saya terus mengasah bakat seni tersebut dengan akhirnya mengambil jurusan arsitektur di Trisakti setelah lulus SMA Al Azhar pusat tahun 1987.

Karier di bidang arsitektur dimulai dengan bergabungnya saya pada PT Gumarna pasca kelulusan S1 pada tahun 1993 yang langsung menangani proyek Pertamina R&D Center di Plumpang, Jakarta Utara, dimana 1 tahun sebelumnya saya sempat bergabung di PT Pandji Citra Mandiri sebagai part timer sambil menunggu jadwal tugas akhir selama 1 tahun. Pada tahun 1994 saya pindah ke sebuah konsultan asing, PT Rice Doubney Cipta yang  berafiliasi dengan konsultan dari Australia. Di perusahaan ini saya banyak belajar tentang teknik mendesain dari arstitek-arsitek Australia dan menurut saya sampai sekarang karya-karya desain saya masih terpengaruh oleh Australia Archtitecture yang saya dapatkan selama 2 tahun saya berkarir disana. Karena saya merasa karier saya sebagai arsitek tidak bisa lebih tinggi lagi dari arsitek Australia, saya kemudian bergabung dengan PT Andaru Grup, sebuah perusahaan developer yang memberikan saya tanggung jawab untuk menangani proyek Revitalasi Sunda Kalapa dan pembuatan desain dari monumen Kali Opak di Sunda Kalapa. Saya semangat sekali menangani proyek tersebut, karena saya memang sangat menyukai gedung-gedung Klasik dan Neoklasik sampai Kolonial dan Art Deco. Tapi kembali frustasi karena harus berhubungan denngan birokrasi yang sangat bertele-tele, sampai pada tahun 1997 saya bersama istri saya, Sissy yang saya nikahi 13 Mei 1995 yang seorang Interior Desainer membesarkan perusahaan konsultan yang bernama PT Ekspresi Artistika. Di perusahaan inilah semua ‘kehidupan nyata’ tentang interaksi dengan klien sampai berbagai permasalahan yang muncul dari pekerjaan saya dapatkan, dan itu terus berlanjut sampai hari ini.

Konsep desain Arsitektur yang saya anut sampai saat ini adalah nilai bangunan klasik, dimana ‘kaki’, ‘badan’ dan ‘kepala’ merupakan hal yang wajib bagi desain saya. Meskipun pada saat ini trend desain minimalis sangat popular, dan para klien saya meminta untuk desain minimalis tersebut dan saya juga mengikuti tren minimalis, tetap konsep klasik saya terapkan pada desain saya. Garis-garis tegas minimalis saya olah dengan kolom-kolom yang mempunyai ‘base’ pada bagian dasarnya, menjadikan suatu desain yang berciri moderen yang klasik. Jadilah kalau saya boleh bilang saya lebih nyaman dengan aliran Art Deco.

Ketika saya berusaha mengumpulkan hasil karya desain saya dari pertama kali saya melakukan desain untuk klien saya sampai karya terkahir, saya melihat bahwa memang desain saya tidak jauh berubah dalam hal konsep desainnya.
Istri saya sempat berkomentar bahwa saya adalah seorang arsitek yang tidak mau mengikuti perkembangan jaman. Tapi saya membela diri dengan mengatakan bahwa seorang ‘seniman’ haruslah punya ‘signature’ pada setiap karyanya, dan saya berusaha untuk memberikan ‘tanda tangan’ saya pada setiap karya saya….

Saya sangat mengagumi karya-karya arsitektur dari Frank Lloyd Wright, Richard Meier, KPF dan Calavatra. Menurut saya mereka semua adalah orang2 jenius di jamannya dan menghasilkan desain yang sangat luar biasa. Dan menurut saya (juga) mereka semuai mendesain dengan ‘hati’nya mereka bukan sekedar melaksanakan tugas dari klien. Itu semua terlihat dari karya-karya mereka yang sangat personal untuk kliennya.

Saya yakin, di dunia, bahkan di Indonesia ini banyak arsitek yang bagus dan jauh lebih terkenal dari saya, tapi saya masih tetap berkarya dan tidak perlu khawatir karena saya pun sangat meyakini bahwa kalau kita bekerja dan berkarya dengan mengindahkan aturan, memenuhi kebutuhan dari klien dan kita melakukannya dengan senang hati dan dari ‘hati’ kita, pasti kita akan menghasilkan suatu karya desain yang terbaik dan personal untuk siapapun klien kita. Selamat berkarya!.